Di pagi yang cerahini, kini ku sambut
kembali,meski arah hati ini begitu membosankan,cahaya sang surya mulai berdiri
perlahan-lahan ,menyingkap kegelapan,menyelinap pada titik tiap sudut yang
gelap.kulihat sang embun pagi mulai di serap kembali dedaunan pohon2 dan
tumbuhan,tercurahlah cahaya kehangatan.kini akupun semangat untuk pergi kekamar
mandi meski ku tahu air itu terasa menusuk2 ditubuh karna dinginnya.
hari yang kosong dri tempat
belajar,membuat aq bingung arah mana yang harus aq tuju,aq mondar mandir kesana
kemari mencari kerumunan anak untuk ku cri penyejuk hati,namun tidak bsa
kudapati kegembiraan itu,akhirnya aq pun,merajuk,dan duduk di tempat suci itu
dan merenung,pergumulan hati dan perasaan yang tak tentu arah membuat aq
bimbang,hingga akhirnya hati ini membisik2ku,merengkuhku untuk datang ke suatu
tempat,hasratpun terus menggiringku u/ melangkah,aqpun beranjur menuju
kesana,angin yang berhembus sepoi2 menemani ku bejalan,bersamaan dengan kicauan burung2 yang mesra bersenandung dengan indah, kulihati pohon2 di pnggiran jalan bergoyang
laksana orang yang bergoyang menikmati lagu keindahan.
Kulihat dri kejauhanku gubuk kecil
yang didalamnya terdapat kebun ilmu yang menjalar keseluruh ruangan dan seorang
wanita penjaga tempat itu dgn rona wajah yang lembut melayani pendatang2 yang
ingin menguak sebagian dri ilmu di dalamya.
Kini kakiku mulai menginjak tepat di
depan tempat itu dengan senyumku yang menebar,dan dengan sapaku yang lembut ”
assalamu’alaikum” diapun menjawabku dengan suara yang menyenandungkan
kelembutan seruling ” wa’alakum salam,eh gimana kabarmu,ko’ lama ga kesini,yo’
silakan masuk”.”baik…….agak sibuk sih,tpi ya,Alhamdulillah pekerjaanku selesai
juga”.”memangnya da pekejaan pa”.”ya beginilah mba’ seorang sekretaris,mengetik
inilah,itulah,tpi aq jalani smua itu dengan penuh rasa qona’ah& telaten”.”lo
memangnya kamu jadi sekretaris ya ko’ baru aq tau”.”iya,mba’,sudah lama ko’,aku
aja yang ga’ mau cerita tentang ini ke mba’”.”ga’ papa ko’,memangnya penting ta
buat mba,ga’ kan,itu yang memang harus kamu lakukan,anggaplah semua itu sbagai
pelajaran,yang akan engkau tuai buahnya suatu saat nanti,jalani aja”.”ya,mba,aq
tau,apa yang ku sedihkan sekarang &apa yang ku rasa sakit sekarang,aq yakin
akan menjadi rasa syukurku suatu saat nanti”.”shiiiiiiiiiiiip…………...”.qta pun
sling bertukar cerita,dan pendapat di sertai dengan senyuman canda & tawa
yang menghiasi pada tiap2 sudut ruangan,gemerisik anak2pun yang meramaikan ruangan
terasa bagaikan ruangan pesta banyaknya undangan.
akhirnya cerita2 canda dan tawa qtapun
mulai surut,dan wajahku pun mulai tertuju pada almari itu yang penuh dengan
ilmu yang kan kuracik dengan fikiranku untuk menghilangkan kedunguan,ku singkap
buku2itu ku cari pelajaran yang berharga daripadanya dan akhirnya ku temukannya,lalu
aqpun duduk kembali ketempat dudukku,dan membacanya, sampailah pada titik yang
menarik, hatipun mulai penasaran dari cerita buku tersebut berhubung detik
waktu yang terus berjalan mengubah suasana, menggiringku untuk kembali pulang
,terpaksa aq pinjam buku itu u/ menghilangkan rasa penasaran itu dan mengungkap
misteri didalamnya
mataharipun
telah berdiri tepat di tengah2 dan mulai tergelincir,suara adzan mulai menggema
kesana kemari,orang2 muslimpun mulai tertuju kemasjid dari berbagai arah,mereka
rela meninggalkan aktivitasnya demi menuai panggilan yang berkumandang adzan dan setelah itu mereka
kembali lanjutkan pekerjaannya.
Post a Comment